mengikuti

Senin, 06 Maret 2017

Mengenali tanda-tanda kedewasaan pada diri seseorang

engenali tanda-tanda kedewasaan pada diri seseorang*


Para ahli psikologi dan psikiater sepakat, bahwa kesuksesan seseorang ditandai dengan berkembangnya prestasi serta kematangan emosinya. Meski tidak ada orang yang menyangkal pernyataan ini, tetapi sedikit orang yang mengetahui secara pasti tentang bagaimana penampilan seseorang yang dewasa atau matang itu, bagaimana cara berpakaian dan berdandannya, bagaimana caranya menghadapi tantangan, bagaimana tanggung jawabnya terhadap keluarga, dan bagaimana pandangan hidupnya tentang dunia ini. Yang jelas kematangan adalah sebuah modal yang sangat berharga. Sesungguhnya apa yang disebut dengan kematangan atau kedewasaan itu?
Kedewasaan tidak selalu berkaitan dengan intelegensi. Banyak orang yang sangat brilian namun masih seperti kanak-kanak dalam hal penguasaan perasaannya, dalam keinginannya untuk memperoleh perhatian dan cinta dari setiap orang, dalam bagaimana caranya memperlakukan dirinya sendiri dan orang lain, dan dalam reaksinya terhadap emosi. Namun, ketinggian intelektual seseorang bukan halangan untuk mengembangkan kematangan emosi. Malah bukti-bukti menunjukkan keadaan yang sebaliknya. Orang yang lebih cerdas cenderung mempunyai perkembangan emosi yang lebih baik dan superior, serta mempunya kemampuan menyesuaikan diri atau kematangan sosial yang lebih baik.
Kedewasaan pun bukan berarti kebahagiaan. Kematangan emosi tidak menjamin kebebasan dari kesulitan dan kesusahan. Kematangan emosi ditandai dengan bagaimana konflik dipecahkan, bagaimana kesulitan ditangani. Orang yang sudah dewasa memandanng kesulitan-kesulitannya bukan sebagai malapetaka, tetapi sebagai tantangan-tantangan.
Apa sih kedewasaan/kematangan itu? Menurut kamus Webster, adalah suatu keadaan maju bergerak ke arah kesempurnaan. Definisi ini tidak menyebutkan preposisi "ke" melainkan "ke arah". Ini berarti kita takkan pernah sampai pada kesempurnaan, namun kita dapat bergerak maju ke arah itu. Pergerakan maju ini uniq bagi setiap individu. Dengan demikian kematangan bukan suatu keadaan yang statis, tapi lebih merupakan suatu keadaan "menjadi" atau state of becoming. Pengertian ini menjelaskan, suatu kasus misal, mengapa seorang eksekutif bertindak sedemikian dewasa dalam pekerjaannya, namun sebagai suami dan ayah ia banyak berbuat salah. Tak ada seseorang yang sanggup bertindak dan bereaksi terhadap semua situasi dan aspek kehidupan dengan kematangan penuh seratus persen. Mereka dapat menangani banyak proble secara lebih dewasa. Berikut ini ada beberapa kualitas atau tanda mengenai kematangan seseorang. Namun, kewajiban setiap orang adalah menumbuhkan itu di dalam dirinya sendiri, dan menjadi bagian dari dirinya sendiri. Maka, orang yang dewasa/matang adalah:

1 Dia menerima dirinya sendiri

Eksekutif yang paling efektif adalah ia yang mempunyai pandangan atau penilaian baik terhadap kekuatan dan kelemahannya. Ia mampu melihat dan menilai dirinya secara obyektif dan realitis. Dengan demikian ia bisa memilih orang-orang yang mampu membantu mengkompensasi kelemahan dan kekurangannya. Ia pun dapat menggunakan kelebihan dan bakatnya secara efektif, dan bebas dari frustasi-frustasi yang biasa timbul karena keinginan untuk mencapai sesuatu yang sesungguhnya tidak ada dalam dirinya. Orang yang dewasa mengenal dirinya sendiri dengan lebih baik, dan senantiasa berusaha untuk menjadi lebih baik. Ia tidak berkepentingan untuk menandingin orang lain, melainkan berusaha mengembangkan dirinya sendiri. Dr. Abraham Maslow berkata, "Orang yang dewasa ingin menjadi yang terbaik sepanjang yang dapat diusahakannya. Dalam hal ini dia tidak merasa mempunyai pesaing-pesaing.

2 Dia mengharagai orang lain

Eksekutif yang efektif pun bisa menerima keadaan orang lain yang berbeda-beda. Ia dikatakan dewasa jika mampu menghargai perbedaan itu, dan tidak mencoba membentuk orang lain berdasarkan citra dirinya sendiri. Ini bukan berarti bahwa orang yang matang itu berhati lemah, karena jika kelemahan-kelemahan yang ada dalam diri seseorang itu sudah sedemikian mengganggu tujuan secara keseluruhan, ia tak segan memberhentikannya. Ukuran yang paling tepat dan adil dalam hubungan dengan orang lain bahwa kita menghormati orang lain, adalah ketiadaan keinginan untuk memperalat atau memanipulasi orang lain tersebut.

3 Dia menerima tanggung jawab

Orang yang tidak dewasa akan menyesali nasib buruk mereka. Bahkan, mereka berpendapat bahwa nasib buruk itu disebabkan oleh orang lain. Sedangkan orang yang sudah dewasa malah mengenal dan menerima tanggung jawab dan pembatasan-pembatasan situasi dimana ia berbuat dan berada. Tanggung jawab adalah perasaan bahwa seseorang itu secara individu bertanggung jawab atas semua kegiatan, atau suatu dorongan untuk berbuat dan menyelesaikan apa yang harus dan patut diperbuat dan diselesaikan. Mempercayakan nasib baik pada atasan untuk memecahkan persoalan diri sendiri adalah tanda ketidakdewasaan. Rasa aman dan bahagia dicapai dengan mempunyai kepercayaan dalam tanggung jawab atas kehidupan sendiri.

4 Dia percaya pada diri sendiri

Seseorang yang matang menyambut dengan baik partisipasi dari orang lain, meski itu menyangkut pengambilan keputusan eksekutif, karena percaya pada dirinya sendiri. Ia memperoleh kepuasan yang mendalam dari prestasi dan hal-hal yang dilaksanakan oleh anak buahnya. Ia memperoleh perasaan bangga, bersama dengan kesadaran tanggung jawabnya, dan kesadaran bahwa anak buadanya itu tergantung pada kepemimpinannya. Sedangkan orang yang tidak dewasa justru akan merasa sakit bila ia dipindahkan dari peranan memberi perintah kepada peranan pembimbing, atau bila ia harus memberi tempat bagi bawahannya untuk tumbuh. Seseorang yang dewasa belajar memperoleh suatu perasaan kepuasaan untuk mengembangkan potensi orang lain.

5 Dia sabar

Seseorang yang dewasa belajar untuk menerima kenyataan, bahwa untuk beberapa persoalan memang tidak ada penyelesaian dan pemecahan yang mudah. Dia tidak akan menelan begitu saja saran yang pertama. Dia menghargai fakta-fakta dan sabar dalam mengumpulkan informasi sebelum memberikan saran bagi suatu pemecahan masalah. Bukan saja dia sabar, tetapi juga mengetahui bahwa adalah lebih baik mempunyai lebih dari satu rencana penyelesaian.

6 Dia mempunyai rasa humor

Orang yang dewasa berpendapat bahwa tertawa itu sehat. Tetapi dia tidak akan menertawakan atau merugikan/melukai perasaan orang lain. Dia juga tidak akan tertawa jika humor itu membuat orang lain jadi tampak bodoh. Humor semestinya merupakan bagian dari emosi yang sehat, yang memunculkan senyuman hangat dan pancaran yang manis. Perasaan humor anda menyatakan sikap anda terhadap orang lain. Orang yang dewasa menggunakan humor sebagai alat melicinkan ketegangan, bukan pemukul orang lain

Minggu, 18 Mei 2014

SEJARAH FLOWCHART [DIAGRAM ALIR SISTEM] UNTUK PEMBUATAN PROGRAM

Apa ceh flowchart atau diagram alir itu?

Flowchart merupakan sebuah diagram dengan simbol-simbol grafis yang menyatakan tipe operasi program yang berbeda.Sebagai representasi dari sebuah program, flowchart maupun algoritma dapat menjadi alat bantu untuk memudahkan perancangan alur urutan logika suatu program, memudahkan pelacakkan sumber kesalahan program, dan alat untuk menerangkan logika program.


Pengertian lain:

Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program. Flowchart menolong analis dan programmer untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian.

Flowchart biasanya mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut. Itulah pengertian dari flowchart.

Kemudian kita masuk ke dalam sejarah flowchart.

Quote:

Sejarah Flowchart

Metode terstruktur pertama untuk mendokumentasikan proses flow, “diagram proses aliran”, diperkenalkan oleh Frank Gilbreth kepada anggota ASME pada 1921 sebagai presentasi “Proses Charts-Langkah Pertama di Menemukan Satu Best Way”. Gilbreth’s tool dengan cepat menemukan jalan masuk ke teknik industri kurikulum. Pada awal tahun 1930-an, seorang insinyur industri, Allan H. Mogensen mulai bisnis pelatihan orang-orang dalam penggunaan beberapa alat-alat teknik industri di Penyederhanaan Kerja Pertemuan di Lake Placid, New York.



Seorang lulusan 1944 kelas Mogensen, Seni Spinanger, mengambil peralatan kembali ke Procter and Gamble di mana dia mengembangkan Program Ubah Metode disengaja. Lulusan 1944 lain, Ben S. Graham, Direktur Teknik di Formcraft Standar Daftar Corporation, mengadaptasi bagan proses arus informasi pengolahan dengan pengembangan proses aliran multi-chart untuk menampilkan beberapa dokumen serta hubungan mereka. Pada 1947, ASME mengadopsi seperangkat simbol yang berasal dari asli Gilbreth bekerja sebagai Standar ASME untuk Proses Charts oleh Mishad, Ramsan, Raiaan.




Douglas Hartree menjelaskan bahwa Herman Goldstine dan John von Neumann mengembangkan diagram alur (awalnya, diagram) untuk merencanakan program-program komputer. account kontemporer-Nya didukung oleh insinyur IBM dan oleh Goldstine ingatan pribadi. pemrograman asli flow chart dari Goldstine dan von Neumann dapat dilihat dalam laporan tidak diterbitkan, “Perencanaan dan pengkodean masalah bagi alat komputasi elektronik, Bagian II, Volume 1,” 1947, yang direproduksi dalam von Neumann karya dikumpulkanDiagram alur yang digunakan menjadi alat populer untuk menggambarkan algoritma komputer dan masih digunakan untuk tujuan ini. teknik-teknik modern seperti UML diagram aktivitas dapat dianggap sebagai perpanjangan dari diagram alur. Namun, popularitas mereka menurun ketika, pada 1970-an, interaktif terminal komputer dan generasi ketiga bahasa pemrograman menjadi alat yang umum dariperdagangan, karena algoritma dapat dinyatakan jauh lebih ringkas dan readably sebagai kode sumber dalam suatu bahasa. Sering kali, pseudo-kode yang digunakan, yang menggunakan idiom umum bahasa tersebut tanpa benar-benar mengikuti rincian satu tertentu.


Quote:


Itulah sejarah dari flowchart yang biasa digunakan sebagai algoritma awal dalam pembuatan suatu program.

Dari sejarah diatas dapat kita simpulkan bahwa:
1. flowchart pertama kali diperkenalkan oleh Frank Gilbreth.

2. pseudo-kode adalah algoritma lain selain flowchart yang dapat digunakan sebagai langkah awal dalam pembuatan program.

Perbedaan mendasar antara flowchart dan pseudo-kode yaitu, flowchart menggunakan gambar yang sudah diatur bentuk gambarnya dan memiliki fungsi masing-masing sedangkan pseudo-kode menggunakan tulisan-tulisan secara sistematis.

Intinya yaitu flowchart = gambar dan pseudo-kode = tulisan.

Quote:

Simbol-simbol flowchart dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:
1. Flow Direction Symbols
: dipakai untuk menggabungkan antara symbol yang satu dengan symbol lainnya.
Contoh:
a) Symbol Off-line Connector ( Simbol untuk keluar/masuk prosedure atau proses dalam lembar/halaman yang lain).
b) Symbol Connector (Simbol untuk keluar/masuk prosedur atau proses dalam lembar/halaman yang sama).
c) Symbol Comunication Link ( Simbol transmisi untuk informasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya).


2. Processing Symbols : menunjukkan jenis operasi pengolahan dalam suatu prosedur.
Contoh:
a) Symbol Process (Simbol yang menunjukkan pengolahan yang dilakukan oleh komputer).
b) Symbol Manual Operation (Simbol yang menunjukkan pengolahan yang tidak dilakukanoleh komputer).
c) Symbol Decision (Simbol untuk kondisi yang akan menghasilkan beberapa kemungkinan jawaban/aksi).
d) Symbol Predefined Process (Simbol untuk mempersiapkan penyimpanan yang akan digunakan sebagai tempat pengolahan di dalam storage).
e) Symbol Terminal (Simbol untuk permulaan atau akhir dari suatu program).
f) Symbol Off-line Storage (Simbol yang menunjukkan bahwa data di dalam symbol ini akan disimpan).
g) Symbol Manual Input (Simbol untuk pemasukan data secara manual on-line keyboard).
h) Symbol Keying Operation (Simbol operasi dengan menggunakan mesin yang mempunyai keyboard).


3. Input-output symbols : menyatakan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output.
Contoh:
a) Symbol input-output (Symbol yang menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya).
b) Symbol magnetig-tape unit (Symbol yang menyatakan input berasal pita magnetic atau output disimpan ke pita magnetic).
c) Symbol punched card (Symbol yang menyatakan input berasal dari kartu atau output ditulis ke kartu).
d) Symbol disk and on-line storage (Symbol untuk menyatakan input berasal dari disk atau output disimpan ke disk).
e) Symbol display (Symbol yang menyatakan peralatan output yang digunakan yaitu layar, plotter, printer, dan sebagainya).
f) Symbol transmittal tape (Symbol untuk menyatakan input berasal dari mesin jumlah/hitung).
g) Symbol dokumen (symbol yang menyatakan input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output dicetak ke kertas).

Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajemen dalam mengambil keputusan dan juga untuk menjalankan operasional perusahaan, di mana sistem tersebut merupakan kombinasi dari orang-orang, teknologi informasi dan prosedur-prosedur yang tergorganisasi. Biasanya suatu perusahan atau badan usaha menyediakan semacam informasi yang berguna bagi manajemen. Sebagai contoh: Perusahaan toko buku mempunyai sistem informasi yang menyediakan informasi penjualan buku-buku setiap harinya, serta stock buku-buku yang tersedia, dengan informasi tersebut, seorang manajer bisa membuat kebutusan, stock buku apa yang harus segera mereka sediakan untuk toko buku mereka, manajer juga bisa tahu buku apa yang paling laris dibeli konsumen, sehingga mereka bisa memutuskan buku tersebut jumlah stocknya lebih banyak dari buku lainnya.

Pengertian Sistem Informasi menurut beberapa Ahli

Pengertian sistem informasi menurut John F. Nash
Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
Pengertian sistem informasi menurut Henry Lucas Sistem Informasi adalah suatu kegiatan dari prosedurprosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam. komponen sistem informasi
1. komponen input
input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.
2. komponen model
kombinasi prosedur,logika,dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3. komponen output
output informasi yang  berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. kompone teknologi
teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima innput, menjalankan model, minyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantu pengendalian sistem.
5. komponen basis data
merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didlm komputer denganmenggunakan softwre database.
6. komponen kontrol
pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gagguan terhadapsistem informasi.
Karakter Sistem informasi
1. sistem informsi memiliki komponen yang berupa subsistem yang merupakan elemen-elemen yang lebih kecil yang membentuk sistem informasi tersebut misalnya bagian input, proses, output. Contoh input adalah salesman memasukan data penjualan bulan ini, maka disana terdapat manusia yang melakukan pekerjaan input dengan menggunakan hardware keyboard dan menggunakan interface sebuah aplikasi laporan penjualan yang sudah di sediakan oleh sistem informasi tersebut.
2. ruang lingkup sistem informasi yaitu rung lingkup yang ditentukan dari awal pembuatan yang meupakan gari bats lingkup kerja sistem tersebut sehingga sistem informasi tersebut tidak bersinggungan dengan sistem informasi lainnya.
3. tujuan sistem informasi adalah hal pokok yang harus ditentukan dan dicapai dengan menggunakan sistem informasi tersebut, sebuah informasi dianggap berhasil apabila dapat mencapai tujuan tersebut.
4. lingungan sistem informasi yaitu sesuatu yang berada diluar ruang lingkup sistemm informasi yang dapat mempengaruhi sistem informasi, hal ini urut dipertimbangkan pada saat perencanaann sistem informasi.
Klasifikasi Sistem :
Sistem abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara
fisik (sistem teologia)
Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi,
sistem produksi dll.)
Sistem alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar
angkasa, sistem reproduksi dll.
Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia.
Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut humanmachine
system (contoh ; sistem informasi)
Sistem Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah
dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga
keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)
Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat
diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
Sistem tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh
dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur
tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak
ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara
relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan
lingkungan luarnya.
Lebih spesifik dikenal juga yang disebut dengan sistem terotomasi ; yang merupakan bagian
dari sistem buatan manusia dan berineraksi dengan kontrol oleh satu atau lebih komputer
sebagai bagian dari sistem yang digunakan dalam masyarakat modern.
Sistem berdasarkan prinsip dasar secara umum terbagi dalam :
Sistem terspesialisasi ; adalah sistem yang sulit diterakpan pada lingkungan yang
berbeda (misalnya sistem biologi; ikan yang dipindahkan ke darat)
Sistem besar ; adalah sistem yang sebagian besar sumber dayanya berfungsi melakukan
perawatan harian (misalnya dinosaurus sebagai sistem biologi menghabiskan sebagian
besar masa hidupnya dengan makan dan makan).
Sistem sebagai bagian dari sistem lain ; sistem selalu merupakan bagian dari sistem
yang lebih besar, dan dapat terbagi menjadi sistem yang lebih kecil.
Sistem berkembang ; walaupun tidak berlaku bagi semua sistem tetapi hampir semua
sistem selalu berkembang.
Pelaku sistem terdiri dari 7 kelompok :
1. Pemakai ;
Pada umumnya 3 ada jenis pemakai, yaitu operasional, pengawas dan eksekutif.
2. Manajemen ;
Umumnya terdiri dari 3 jenis manajemen, yaitu manajemen pemakai yang bertugas
menangani pemakaian dimana sistem baru diterapkan, manajemen sistem yang terlibat
dalam pengembangan sistem itu sendiri dan manajemen umum yang terlibat dalam
strategi perencanaan sistem dan sistem pendukung pengambilan keputusan. Kelompok
manajemen biasanya terlibat dengan keputusan yang berhubungan dengan orang, waktu
dan uang, misalnya ;
“ sistem tersebut harus mampu melakukan fungsi x,y,z, selain itu harus dikembangkan
dalam waktu enam bulan dengan melibatkan programmer dari departemen w, dengan
biaya sebesar x”.
3. Pemeriksa ;
Ukuran dan kerumitan sistem yang dikerjakan dan bentuk alami organisasi dimana sistem
tersebut diimplementasikan dapat menentukan kesimpulan perlu tidaknya pemeriksa.
Pemeriksa biasanya menentukan segala sesuatunya berdasarkan ukuran-ukuran standar
yang dikembangkan pada banyak perusahaan sejenis.
4. Penganalisa sistem ;
Fungsi-fungsinya antara lain sebagai :
- Arkeolog ; yaitu yang menelusuri bagaimana sebenarnya sistem lama berjalan,
bagaimana sistem tersebut dijalankan dan segala hal yang menyangkut sistem lama.
- Inovator ; yaitu yang membantu mengembangkan dan membuka wawasan pemakai
bagi kemungkinan-kemungkinan lain.
- Mediator ; yaitu yang menjalankan fungsi komunikasi dari semua level, antara lain
pemakai, manajer, programmer, pemeriksa dan pelaku sistem yang lainnya yang
mungkin belum punya sikap dan cara pandang yang sama.
- Pimpinan proyek ; Penganalisa sistem haruslah personil yang lebih berpengalaman
dari programmer atau desainer. Selain itu mengingat penganalisa sistem umumnya
ditetapkan terlebih dahulu dalam suatu pekerjaan sebelum yang lain bekerja, adalah
hal yang wajar jika penanggung jawab pekerjaan menjadi porsi penganalisa sistem.
5. Pendesain sistem ;
Pendesain sistem menerima hasil penganalisa sistem berupa kebutuhan pemakai yang
tidak berorientasi pada teknologi tertentu, yang kemudian ditransformasikan ke desain
arsitektur tingkat tinggi dan dapat diformulasikan oleh programmer.
6. Programmer ;
Mengerjakan dalam bentuk program dari hasil desain yang telah diterima dari pendesain.
7. Personel pengoperasian ;
Bertugas dan bertanggungjawab di pusat komputer misalnya jaringan, keamanan
perangkat keras, keamanan perangkat lunak, pencetakan dan backup. Pelaku ini mungkin
tidak diperlukan bila sistem yang berjalan tidak besar dan tidak membutuhkan klasifikasi
khusus untuk menjalankan sistem.
Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Skema Sistem Informasi Berbasis Komputer di organisasi,dapat dibagi menjadi beberapa bagian:
1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems). Merupakan sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi rutin seperti penggajian, keuangan, inventarisasi dan sebagainya. Sistem ini berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal.
1. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) dan Sistem Kerja Pengetahuan (Knowledge Work Systems) Kedua sistem ini bekerja pada level knowledge. Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk transformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek Sistem Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) seperti word processing, spreadsheets, presentasi.
2. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) tidak menggantikan Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems), tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
3. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems)
Sistem ini hampir sama dengan Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menggunakan basis data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
4. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System). Sistem yang mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. Juga menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, serta dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
5. Sistem Ahli (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegent)
Kecerdasan buatan dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas.
Dua cara untuk melakukan riset kecerdasan buatan adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran kecerdasan buatan untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli yang disebut juga dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan sistem pendukung keputusan (decision support systems), sistem ini meninggalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus.
6. Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decision Support Systems) dan Sistem Kerja Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer-Support Collaborative Work Systems). Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems (DSS) menjadi suatu solusinya.

Minggu, 30 Juni 2013

KRIPTOGRAFI

 
Public Class Formkriptografi

    Private Sub CaesarChiperToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles CaesarChiperToolStripMenuItem.Click
        Me.Hide()
        Caesar_chiper.Show()

    End Sub

    Private Sub VernamChiperToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles VernamChiperToolStripMenuItem.Click
        Me.Hide()
        Vernam_chiper.Show()

    End Sub

    Private Sub GronsfeldChiperToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles GronsfeldChiperToolStripMenuItem.Click
        Me.Hide()
        Gronsfeld.Show()

    End Sub

    Private Sub KeluarToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles KeluarToolStripMenuItem.Click
        End

    End Sub

    Private Sub VigenereChiperToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles VigenereChiperToolStripMenuItem.Click
        Me.Hide()
        Vigenere_chiper.Show()

    End Sub

    Private Sub DesChiperToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles DesChiperToolStripMenuItem.Click
        Me.Hide()
        DES_chiper.Show()

    End Sub

    Private Sub RC4ToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles RC4ToolStripMenuItem.Click
        Me.Hide()
        RC_4.Show()

    End Sub
End Class



Public Class Caesar_chiper

    Private Sub Caesar_chiper_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        Plainteks.Text = ""
        Chiperteks.Text = ""

    End Sub

    Private Sub btnenkripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnenkripsi.Click
        Dim jumlah As Double = Len(Plainteks.Text)
        Dim x As String
        Dim xkalimat As String = ""
        Dim bil As Integer
        For i = 1 To jumlah
            x = Mid(Plainteks.Text, i, 1)
            bil = Asc(x) + 3
            x = Chr(bil)
            xkalimat = xkalimat + x
        Next i
        Chiperteks.Text = xkalimat
    End Sub

    Private Sub btnkeluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnkeluar.Click
        End

    End Sub

    Private Sub Btnhapus_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnhapus.Click
        Chiperteks.Text = ""
        Plainteks.Text = ""

    End Sub

    Private Sub Btnkembali_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnkembali.Click
        Me.Hide()
        Formkriptografi.Show()

    End Sub
End Class



Public Class Gronsfeld

    Private Sub btnkembali_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnkembali.Click
        Me.Hide()
        Formkriptografi.Show()

    End Sub

    Private Sub Btnkeluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnkeluar.Click
        End

    End Sub

    Private Sub Gronsfeld_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        Plainteks.Text = ""
        Chiperteks.Text = ""

    End Sub

    Private Sub Btnenkripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnenkripsi.Click
        Dim J As Integer
        Dim Jum As Integer
        Dim sKey As String
        Dim nKata As Integer
        Dim nKunci As String
        Dim sKata As String
        Dim sPlain As String = ""
        Dim nEnc As Integer
        J = 0
        sKata = Plainteks.Text
        Jum = Len(sKata)
        sKey = Kunci.Text
        For i = 1 To Jum
            If J = Len(sKey) Then
                J = 1
            Else
                J = J + 1
            End If
            nKata = Asc(Mid(sKata, i, 1)) - 65
            nKunci = Asc(Mid(sKey, J, 1)) - 65
            nEnc = ((nKata + nKunci) Mod 26)
            sPlain = sPlain & Chr((nEnc))
        Next i
        Chiperteks.Text = sPlain
    End Sub

    Private Sub Btnhapus_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnhapus.Click
        Plainteks.Text = ""
        Chiperteks.Text = ""
        Kunci.Text = ""
    End Sub

    Private Sub Plainteks_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles Plainteks.KeyPress
        e.KeyChar = UCase(e.KeyChar)
        Dim tombol As Integer = Asc(e.KeyChar)
        If Not (((tombol >= 65) And (tombol <= 90)) Or (tombol = 8)) Then
            e.Handled = True
        End If
    End Sub

    Private Sub Plainteks_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Plainteks.TextChanged

    End Sub

    Private Sub Kunci_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles Kunci.KeyPress
        e.KeyChar = UCase(e.KeyChar)
        Dim tombol As Integer = Asc(e.KeyChar)
        If Not (((tombol >= 65) And (tombol <= 90)) Or (tombol = 8)) Then
            e.Handled = True
        End If
    End Sub

    Private Sub Kunci_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Kunci.TextChanged

    End Sub
End Class



Public Class Vernam_chiper

    Private Sub btnkembali_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnkembali.Click
        Me.Hide()
        Formkriptografi.Show()

    End Sub

    Private Sub btnkeluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnkeluar.Click
        End

    End Sub

    Private Sub btnhapus_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnhapus.Click
        Plainteks.Text = ""
        kunci.Text = ""
        Chiperteks.Text = ""


    End Sub

    Private Sub Vernam_chiper_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        Plainteks.Text = ""
        Chiperteks.Text = ""
        kunci.Text = ""



    End Sub
    Private Sub btnenkripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnenkripsi.Click
        Dim J As Integer
        Dim Jum As Integer
        Dim sKey As String
        Dim nKata As Integer
        Dim nKunci As Integer
        Dim sKata As String
        Dim sPlain As String = ""
        Dim nEnc As Integer
        J = 0
        sKata = Plainteks.Text
        Jum = Len(sKata)
        sKey = kunci.Text
        For i = 1 To Jum
            If J = Len(sKey) Then
                J = 1
            Else
                J = J + 1
            End If
            nKata = Asc(Mid(sKata, i, 1)) - 65
            nKunci = Asc(Mid(sKey, J, 1)) - 65
            nEnc = ((nKata + nKunci) Mod 26)
            sPlain = sPlain & Chr((nEnc) + 65)
        Next i
        Chiperteks.Text = sPlain

    End Sub

    Private Sub Plainteks_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles Plainteks.KeyPress
        e.KeyChar = UCase(e.KeyChar)
        Dim tombol As Integer = Asc(e.KeyChar)
        If Not (((tombol >= 65) And (tombol <= 90)) Or (tombol = 8)) Then
            e.Handled = True
        End If
    End Sub

    Private Sub Plainteks_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Plainteks.TextChanged

    End Sub

    Private Sub kunci_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles kunci.KeyPress
        e.KeyChar = UCase(e.KeyChar)
        Dim tombol As Integer = Asc(e.KeyChar)
        If Not (((tombol >= 65) And (tombol <= 90)) Or (tombol = 8)) Then
            e.Handled = True
        End If
    End Sub

    Private Sub kunci_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles kunci.TextChanged

    End Sub
End Class




Public Class Vigenere_chiper

    Private Sub Btnhapus_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnhapus.Click
        Plainteks.Text = ""
        Chiperteks.Text = ""
        kunci.Text = ""


    End Sub

    Private Sub Btnkeluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnkeluar.Click
        End

    End Sub

    Private Sub Btnkembali_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnkembali.Click
        Me.Hide()
        Formkriptografi.Show()

    End Sub

    Private Sub Vigenere_chiper_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        Plainteks.Text = ""
        Chiperteks.Text = ""

    End Sub

    Private Sub Btnenkripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnenkripsi.Click
        Dim J As Integer
        Dim Jum As Integer
        Dim sKey As String
        Dim nKata As Integer
        Dim nKunci As Integer
        Dim sKata As String
        Dim sPlain As String = ""
        Dim nEnc As Integer
        J = 0
        sKata = Plainteks.Text
        Jum = Len(sKata)
        sKey = kunci.Text
        For i = 1 To Jum
            If J = Len(sKey) Then
                J = 1
            Else
                J = J + 1
            End If
            nKata = Asc(Mid(sKata, i, 1)) + 0
            nKunci = Asc(Mid(sKey, J, 1)) + 0
            nEnc = ((nKata + nKunci) Mod 256)
            sPlain = sPlain & Chr((nEnc))
        Next i
        Chiperteks.Text = sPlain


    End Sub

    Private Sub Plainteks_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles Plainteks.KeyPress
        e.KeyChar = UCase(e.KeyChar)
        Dim tombol As Integer = Asc(e.KeyChar)
        If Not (((tombol >= 65) And (tombol <= 90)) Or (tombol = 8)) Then
            e.Handled = True
        End If
    End Sub
    Private Sub Plainteks_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Plainteks.TextChanged

    End Sub

    Private Sub kunci_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles kunci.KeyPress
        e.KeyChar = UCase(e.KeyChar)
        Dim tombol As Integer = Asc(e.KeyChar)
        If Not (((tombol >= 65) And (tombol <= 90)) Or (tombol = 8)) Then
            e.Handled = True
        End If
    End Sub

    Private Sub kunci_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles kunci.TextChanged

    End Sub
End Class




Public Class DES_chiper

    Private Sub Btnhapus_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnhapus.Click
        plainteks.Text = ""
        chiperteks.Text = ""

    End Sub

    Private Sub Btnkeluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnkeluar.Click
        End

    End Sub

    Private Sub Btnkembali_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnkembali.Click
        Me.Hide()
        Formkriptografi.Show()

    End Sub

    Private Sub btnenkripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnenkripsi.Click
        Dim kunci As String, kunciChar As String, katabaru As String
        Dim Pos As Integer
        Dim i As Integer, Side1 As String, Side2 As String
        Dim nEnc As Integer
        Pos = 1
        For i = 1 To Len(plainteks.Text)
            plainteks.Text = Mid(plainteks.Text, i, 1)
            Kunci.Text = Mid(Kunci.Text, Pos, 1)
            chiperteks.Text = chiperteks.Text & Chr(Asc(Of Char)() Xor Asc(Kunci.Text))
            If Pos = Len(Kunci) Then Pos = 0
            Pos = Pos + 1
        Next i
        If Len(chiperteks.Text) Mod 2 = 0 Then
            Side1 = StrReverse(Left(chiperteks.Text, (Len(chiperteks.Text) / 2)))
            Side2 = StrReverse(Right(chiperteks.Text, (Len(chiperteks.Text) / 2)))
            chiperteks.Text = Side1 & Side2
        End If
        nEnc = chiperteks.Text


    End Sub
End Class



Public Class RC_4

    Private Sub Btnkeluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnkeluar.Click
        End

    End Sub

    Private Sub btnhapus_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnhapus.Click
        plainteks.Text = ""
        chiperteks.Text = ""
        Kunci.Text = ""

    End Sub

    Private Sub RC_4_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        plainteks.Text = ""
        chiperteks.Text = ""
        Kunci.Text = ""

    End Sub

    Private Sub Btnkembali_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnkembali.Click
        Me.Hide()
        Formkriptografi.Show()

    End Sub
End Class